Memalukan! Kabid SD Diknas Kabupaten Empatlawang Tidak Tahu Siapa Pengawas Proyeknya Sendiri, Publik Pertanyakan Kompetensi Yudi*

SUARA SUMATRA -* Pernyataan memalukan keluar dari pejabat di Dinas Pendidikan Kahupaten Empatlawang. Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD), Yudi, mengaku tidak mengetahui siapa konsultan pengawas untuk proyek Revitalisasi di bawah kewenangannya sendiri.


Hal itu terungkap saat Yudi dikonfirmasi awak media ini terkait proyek Revitalisasi di SD Negeri 21 Sugiwaras yang dikerjakan  proyek, tanpa pengawas di lapangan, dan diduga menggunakan material baja ringan tanpa SNI serta kayu lapuk.


Saat ditanya secara spesifik, "Siapa konsultan pengawas yang ditunjuk Dinas untuk proyek SDN 21 Sugiwaras pak?", Yudi bukannya menjawab, malah melempar tanggung jawab dengan jawaban, *"tanyo kesekolah kak"*.


Jawaban tersebut sontak menjadi sorotan. Sebagai seorang Kabid yang seharusnya paling tahu dan paling bertanggung jawab terhadap semua proyek fisik SD yang anggarannya lebih dari setenga meliyar rupiah dari DAK, Yudi justru tidak mengetahui siapa pengawas yang dibayar negara untuk menjaga kualitas pekerjaan.



Fakta di lapangan memperkuat dugaan proyek tanpa pengawasan. Di lokasi SDN 21 Sugiwaras, tidak ada satu pun pengawas dari Dinas Pendidikan yang terlihat.


"Kacau kalau Kabid saja tidak tahu pengawasnya siapa. Lalu siapa yang menjamin kualitas atap yang akan dipakai anak-anak belajar itu aman? Kalau atapnya ambruk siapa yang tanggung jawab? Tanya ke sekolah juga?" ujar sumber dari internal Diknas yang geram dengan gaya kepemimpinan Yudi.


Ketidakpahaman Kabid terhadap proyeknya sendiri ini diduga menjadi penyebab bobroknya pelaksanaan di lapangan, sehingga kontraktor bebas menggunakan material yang diduga tidak sesuai RAB seperti baja ringan TASO tanpa SNI.


Hingga berita ini diterbitkan, Yudi tidak mampu memberikan satu nama pun konsultan pengawas yang dimaksud.


Publik kini mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten empatlwang, dan Bapak Bupati Kabupaten Empatlawang untuk mengevaluasi kinerja Yudi sebagai Kabid SD. Jabatan yang vital untuk pendidikan anak, diduga diisi oleh pejabat yang tidak menguasai pekerjaannya sendiri. Tim